Halaman

Jumat, 03 Agustus 2012

Kedelai di Sambas Kalah Pamor dari Kacang Hijau


Salah satu faktor sulitnya mendapat kacang kedelai termasuk hasil turunannya air tahu, tempe atau bahan baku kecap di Sambas, meski Sambas merupakan sentra kedelai di Kalbar, dikarenakan kacang kedelai kalah pamor dengan kacang hijau, sehingga petani lebih banyak menanam kacang hijau dari pada kedelai.
“Harga kacang hijau di pasaran sangat menjanjikan. Perkilo bisa mencapai Rp12.000, sementara kacang kedelai hanya berkisar Rp4.500-Rp5.000 per kilo, meski kacang hijau sudah turun namun masih diangka Rp8.000 per kilo saat ini,” ungkap Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sambas, Abdul Gani di kantornya kemarin.

Sabtu, 28 Juli 2012

Aki : Makan dan Tidur di Sini


Sore ini 27 Juli 2012, episode penyaluran makanan untuk berbuka kepada para dhuafa dilakukan di dusun Sandayan, Desa Sebayan kecamatan Sambas. Kesempatan ini setidaknya memperbanyak silaturahim mengunjungi saudara se-Iman, juga sekaligus menjalankan amanah rekan – rekan dermawan. Alhamdulillah senang rasanya bisa melihat #mereka bingung namun juga senang mendapatkan kunjungan mendadak seperti ini.

Katalia jadi Ujung Tombak Pelestarian Adat


Sebagai salah satu organisasi yang bekecimpung dalam bidang seni dan budaya, Asosiasi Ahli Rias Pengantian Modifikasi dan Modern Indonesia ‘Katalia’ Kabupaten Sambas terus menggelar sejumlah seminar dan sosialisasi, bagaiamana menjaga adat-istiadat tata rias khas Sambas. Tujuannya adalah meningkatkan kepedulian generasi muda mengenai pentingnya mememelihara dan mengembangkan khazanah budaya yang ada, sehingga jangan sampai hilang ditelan zaman.

Minol Luar Beredar Bebas Diskumindag Sidak Pasar Tebas


Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tebas, tepatnya di warung minuman terminal Kecamatan Tebas yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, bersama instansi terkait di lingkungan Pemkab Sambas, berhasil menyita berbagai jenis minuman beralkohol (minol) merk ternama buatan luar negeri. 

Perhatikan Pembangun Bulutangkis

ASISTEN Pelatih Persatuan Bulutangkis Kijang Berantai Sambas, Uray Herianto Arbi, meminta terhadap pemerintah maupun daerah, agar mendukung pembinaan cabang olahraga (cabor) bulutangkis. Dia berharap agar jangan sampai seperti pada Olimpiade London saat ini, di mana harapan jelas tertumpu pada cabor ini, demi melanjutkan tradisi emas.

Perketat Masuknya Minuman Alkohol Luar ke Sambas

Sebagai wilayah yang berbatasan darat dengan luar negeri, maka banyak yang harus diantisipasi pemerintah dan aparat keamanan di Kabupaten Sambas. Di antaranya adalah masuknya minuman keras luar negeri dengan kadar alkohol tinggi, yang berhasil diungkap tim gabungan lintas instansi Pemkab Sambas pada inspeksi mendadak (sidak) di enam kecamatan secara serempak, Kamis (26/7) lalu.

Selasa, 17 Juli 2012

Sejarah Singkat Perpindahan Ibukota Kab. Sambas



 

Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari kota Singkawang ke Kota Sambas merupakan kegiatan yang monumental dari seluruh rangkaian kegiatan proses pemekaran wilayah Kabupaten Sambas yang secara formal diusulkan kepada Pemerintah Pusat pada Tahun 1997.
Perjuangan pemindahan Ibukota Kabupaten Sambas dimaksud melalui proses yang panjang yang dimulai dengan adanya aspirasi dan desakan masyarakat Sambas yang menginginkan Ibukota Kabupaten Sambas dikembalikan ke Kota Sambas setelah secara formal dipindahkan ke Kota Singkawang dengan Surat Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Nomor : Dbs.52/2/36-33 tanggal 1 April 1963.